Kiat Industri Retail Bertahan di Era Disrupsi

Kegiatan Seminar SRC di Jakarta (Dok. Sampoerna)

TRANSFORMASI industri retail di Indonesia terus berubah secara cepat. Perubahan ini penting untuk dihadapi dan diantisipasi agar para peretail tradisional dapat berkinerja baik dan bertahan. 

Tantangan-tantangan ini perlahan mulai memberikan dampak dan mutlak menjadi pekerjaan rumah bagi berbagai pihak termasuk pemerintah juga pihak swasta. Menyadari pentingnya kolaborasi dalam memberdayakan pelaku retail tradisional agar dapat beradaptasi dan berkembang di era baru ini, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) bersama Inti Graha Human Capital (IGHC) menyelenggarakan seminar bertajuk “How to Sustain in Disruptive Era” di SMESCO Building – Jakarta Selatan. Seminar retail ini merangkul lebih dari 600 pelaku UKM di wilayah Jabodetabek, khususnya pelaku retail tradisional yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) di Jakarta. 

“Era digital menuntut semua pelaku usaha untuk kreatif dan inovatif. Ada yang siap, tapi pasti ada juga yang belum siap dengan perubahan ini. Tugas kita sebagai pemangku kepentingan industri adalah bersama-sama memberdayakan para pelaku UKM, khususnya retail tradisional, melalui pembekalan ilmu dan pengembangan kapabilitas,” ujar Chandra Gregorius, Certified Professional Coach dari IGHC. Hadir sebagai salah satu pembicara dalam seminar ini adalah Joko Fitra, pemilik toko SRC asal Kebumen, Jawa Tengah yang telah sukses membangun usahanya. 

Ia menyambut baik kolaborasi lintas pemangku kepentingan demi mencapai tujuan bersama yakni mempersiapkan retail tradisional dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya terkait persaingan ketat dengan sektor retail modern. “Semangat #AyoBerubah yang diangkat dalam diskusi sangat menginspirasi kami para pelaku retail tradisional. Kami yakin melalui strategi dan pembinaan yang tepat, usaha kami bisa bertahan, bahkan bertumbuh secara positif,” ujar Joko Fitra. Pembangunan kapabilitas menjadi kunci sukses program pemberdayaan UKM secara berkelanjutan dan sebagai salah satu mitra UKM Indonesia dalam pengembangan usaha, Sampoerna telah merintis program SRC selama lebih dari sepuluh tahun. 

Di tahun 2018, lebih dari 60.000 toko retail tradisional dari Sabang hingga Merauke sudah bergabung menjadi anggota. Menurut Henny Susanto, Kepala Urusan Pengembangan Bisnis Komersial Sampoerna, peran pihak swasta adalah kunci dalam pendampingan bagi para pelaku UKM untuk memiliki daya saing tangguh di era disruptive seperti saat ini. “Kami di Sampoerna percaya bahwa mitra-mitra retail tradisional dapat dikembangkan lebih jauh lagi melalui strategi yang tepat,” tutup Henny. 


Sumber: Koran Sindo

Berita Lainnya
Kami menggunakan kuki (dan teknologi serupa lainnya) untuk: mengoperasikan situs dan mengingat preferensi Anda, memperbaiki situs dengan mengumpulkan data mengenai penggunaan oleh Anda, melacak alat Anda di situs ini dan situs-situs lainnya, sehingga kami dapat menawarkan pengalaman pemasaran yang lebih dipersonalisasi, dan mempersonalisasi konten komunikasi kami dengan Anda agar dapat menyesuaikan preferensi Anda. Dengan klik ‘Saya menyetujui semuanya’ Anda menyetujui penggunaan kuki kami ini. Atau jika Anda ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai kuki yang kami gunakan, atau mematikan jenis-jenis tertentu, klik di ‘Ketahui lebih lanjut'. Data pribadi mengenai Anda yang kami kumpulkan akan digunakan seperti yang dijelaskan pada Pemberitahuan Privasi kami. Anda dapat mengganti sewaktu-waktu dengan mengikuti tautan ‘preferensi kuki' yang dapat ditemukan di Pemberitahuan Kuki kami