Kisah Karyani, “Go Internasional” Berbekal Produk Minuman Herbal

Karyani berhasil mengekspor produk minuman herbal instan miliknya ke Korea Selatan sebanyak 400 botol per bulan (Dok. Sampoerna)

Karyani berhasil mengekspor produk minuman herbal instan miliknya ke Korea Selatan sebanyak 400 botol per bulan (Dok. Sampoerna)

Karyani (52) mungkin tidak menyangka usaha kecil yang dimulainya dengan modal sebesar Rp 50.000 bisa membawa dampak besar pada hidupnya. 

Wanita asal Desa Kesiman, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) ini berhasil merambah pasar internasional berbekal produk minuman herbal instan produksinya. 

Sejak 2017, Karyani telah melakukan penjualan herbal instan tanpa gula ke Korea Selatan sebanyak 200-300 botol per bulan. Saat ini, jumlahnya naik menjadi 400 botol per bulan. 

Selain pasar internasional, produk milik Karyani juga sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, Palembang, Yogyakarta, dan Samarinda. Padahal, dulu minuman herbal instan itu hanya dipasarkan di Pasuruan dan sekitarnya. 

Jeli melihat peluang

Perjalanan bisnis Karyani dimulai sekitar tahun 2000. Dahulu, dia merupakan petani biasa yang tergabung dalam kelompok wanita tani Kesiman Jaya. Melihat hasil bumi, seperti temulawak, kunyit, dan jahe, yang tumbuh melimpah di daerahnya membuat dia tergerak untuk memanfaatkan. 

Apa yang dilakukan Karyani bukan tanpa alasan. Data Riset Tumbuhan dan Jamu pada 2012-2017 yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, dari 30.000 - 40.000 jenis tumbuhan di Indonesia, sebanyak 6.000 - 7.500 di antaranya merupakan tanaman obat. 

Namun, mengutip dari Kompas.com, Sabtu (06/05/2018), baru sekitar 200 spesies yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tak hanya sebagai obat, tanaman-tanaman herbal itu dapat bernilai ekonomi ketika diolah dengan tepat. Bahkan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. 

Menyadari hal itu, Karyani kemudian membulatkan tekad untuk mulai mengolah temulawak menjadi minuman herbal instan. 

"Saya mulai usaha sekitar 18 tahun lalu dengan modal hanya Rp 50.000 ditambah dengan keinginan kuat untuk mengolah berbagai hasil bumi yang bermanfaat," kata Karyani, seperti di kutip dari Kompas.com, Kamis (18/10/2018). 

Usaha tersebut dia beri nama Kesiman Jaya, yang terinspirasi dari nama desa tempat tinggalnya. Melalui nama itu, Karyani berharap dapat membuat desanya menjadi lebih sejahtera.

Kisah Sukses Lainnya
Kami menggunakan kuki (dan teknologi serupa lainnya) untuk: mengoperasikan situs dan mengingat preferensi Anda, memperbaiki situs dengan mengumpulkan data mengenai penggunaan oleh Anda, melacak alat Anda di situs ini dan situs-situs lainnya, sehingga kami dapat menawarkan pengalaman pemasaran yang lebih dipersonalisasi, dan mempersonalisasi konten komunikasi kami dengan Anda agar dapat menyesuaikan preferensi Anda. Dengan klik ‘Saya menyetujui semuanya’ Anda menyetujui penggunaan kuki kami ini. Atau jika Anda ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai kuki yang kami gunakan, atau mematikan jenis-jenis tertentu, klik di ‘Ketahui lebih lanjut'. Data pribadi mengenai Anda yang kami kumpulkan akan digunakan seperti yang dijelaskan pada Pemberitahuan Privasi kami. Anda dapat mengganti sewaktu-waktu dengan mengikuti tautan ‘preferensi kuki' yang dapat ditemukan di Pemberitahuan Kuki kami